Minggu, 29 Desember 2013



Hallo para readers!!!!
Saya mau kasih kalian sedikit informasi mengenai GAHARU.Nah,bagi readers yang mau tahu,silahkan baca.
Douzo!!

Pengertian Gaharu


Apa sih Gaharu itu?. Gaharu merupakan substansi aromatic berupa gumpalan yang terdapat diantara sel-sel kayu dengan berbagai bentuk dan warna yang khas, serta memiliki kandungan kadar damar wangi, berasal dari pohon atau bagian pohon penghasil gaharu yang tumbuh secara alami dan telah mati, sebagai akibat dari proses infeksi yang terjadi baik secara alami atau buatan pada pohon tersebut, dan pada umumnya terjadi pada pohon Aguilaria sp. (Nama daerah : Karas, Alim, Garu dan lain-lain).
Gaharu dihasilkan tanaman sebagai respon dari masuknya mikroba yang masuk ke dalam jaringan yang terluka. Luka pada tanaman berkayu dapat disebabkan secara alami karena adanya cabang dahan yang patah atau kulit terkelupas, maupun secara sengaja dengan pengeboran dan penggergajian.
Masuknya mikroba ke dalam jaringan tanaman dianggap sebagai benda asing sehingga sel tanaman akan menghasilkan suatu senyawa fitoaleksin yang berfungsi sebagai pertahanan terhadap penyakit atau patogen. Senyawa fitoaleksin tersebut dapat berupa resin berwarna coklat dan beraroma harum, serta menumpuk pada pembuluh xilem dan floem untuk mencegah meluasnya luka ke jaringan lain.
Namun, apabila mikroba yang menginfeksi tanaman dapat mengalahkan sistem pertahanan tanaman maka gaharu tidak terbentuk dan bagian tanaman yang luka dapat membusuk. Ciri-ciri bagian tanaman yang telah menghasilkan gaharu adalah kulit batang menjadi lunak, tajuk tanaman menguning dan rontok, serta terjadi pembengkakan, pelekukan, atau penebalan pada batang dan cabang tanaman.
Senyawa gaharu dapat menghasilkan aroma yang harum karena mengandung senyawa guia dienal, selina-dienone, dan selina dienol. Untuk kepentingan komersil, masyarakat mengebor batang tanaman penghasil gaharu dan memasukkan inokulum cendawan ke dalamnya.
Setiap spesies pohon penghasil gaharu memiliki mikroba spesifik untuk menginduksi penghasilan gaharu dalam jumlah yang besar. Beberapa contoh cendawan yang dapat digunakan sebagai inokulum adalah Acremonium sp., Cylindrocarpon sp., Fusarium nivale, Fusarium solani, Fusarium fusariodes, Fusarium roseum, Fusarium lateritium dan Chepalosporium sp.


Pohon Penghasil Gaharu

Pohon Penghasil Gaharu (Aquilaria spp.) adalah species asli Indonesia. Beberapa species gaharu komersial yang sudah mulai dibudidayakan adalah: Aquilaria. malaccensis, A. microcarpa, A. beccariana, A. hirta, A. filaria, dan Gyrinops verstegii. serta A. crassna asal Camboja.
Penyebaran Aquilaria sp. di Indonesia

Sumatera

  • Aquilaria malaccensis
  • Aquilaria beccariana
  • Aquilaria hirta
  • Aquilaria microcarpa
  • Aquilaria moszkowskii Aquilaria agallocha
  • Gonyitylus bancanus
  • Gonystylus macrophyllus
  • Dalbergia parviflora *
  • Enkleia malaccensis
  • Linostoma` scandens
  • Wikstroemia tenuiramis

Kalimantan

  • Aquilaria malaccensis
  • Aquilaria beccariana
  • Aquilaria microcarpa
  • Aquilaria agallocha
  • Aextoxylon sympetalum
  • Arastemon urophyllus
  • Dalbergia parviflora *
  • Gonystylus macrophyllus
  • Enkleia malaccensis
  • Excoecaria agallocha *
  • Wikstroemia androsaemifolia
  • Wikstroemia tenuiramis
  • Wikstroemia polyantha

Jawa

  • Aquilaria agallocha
  • Excoecaria agallocha *
  • Wikstroemia androsaemifolia
  • Wikstroemia candolleana Sulawesi
  • Aquilaria cumingiana
  • Gyrinops decipiens
  • Gyrinops versteegii
  • Dalbergia parviflora *
  • Wikstroemia androsaemifolia

Nusa tenggara

  • Aquilaria microcarpa
  • Aquilaria filaria
  • Gyrinops versteegii
  • Gyrinops cumingiana
  • Enkleia malaccensis
  • Excoecaria agallocha *
  • Timonius sericeus
  • Wikstroemia androsaemifolia

Maluku

  • Aquilaria filaria
  • Aquilaria secundana
  • Gyrinops versteegii
  • Dalbergia parviflora *
  • Wikstroemia androsaemifolia

Papua

  • Aquilaria filaria
  • Aquilaria tomentosa
  • Gyrinops audate
  • Gyrinops ledemanii
  • Gyrinops podocarpus
  • Gyrinops salicifolia
  • Gyrinops versteegii
  • Aextoxylon sympetalum
  • Wikstroemia androsaemifolia
  • Wikstroemia polyantha

Negara asal beberapa species Aquilaria

Gaharu adalah kayu berwarna kehitaman dan mengandung resin khas yang dihasilkan oleh sejumlah spesies pohon dari marga Aquilaria, terutama A. malaccensis.
Resin ini digunakan dalam industri wangi-wangian (parfum dan setanggi) karena berbau harum. Gaharu sejak awal era modern (2000 tahun yang lalu) telah menjadi komoditi perdagangan dari Kepulauan Nusantara ke India, Persia, Jazirah Arab, serta Afrika Timur.
Berdasarkan studi dari Ng et al. (1997), diketahui jenis-jenis berikut ini menghasilkan resin gaharu apabila terinfeksi oleh kapang gaharu:
  • Aquilaria subintegra, asal Thailand
  • Aquilaria crassna asal Malaysia, Thailand, dan Kamboja
  • Aquilaria malaccensis, asal Malaysia, Thailand, dan India
  • Aquilaria apiculina, asal Filippina
  • Aquilaria baillonii, asal Thailand dan Kamboja
  • Aquilaria baneonsis, asal Vietnam
  • Aquilaria beccarain, asal Indonesia
  • Aquilaria brachyantha, asal Malaysia Aquilaria cumingiana, asal Indonesia dan Malaysia
  • Aquilaria filaria, asal China
  • Aquilaria grandiflora, asal China
  • Aquilaria hilata, asal Indonesia dan Malaysia
  • Aquilaria khasiana, asal India
  • Aquilaria microcarpa, asal Indonesia Malaysia
  • Aquilaria rostrata, asal Malaysia
  • Aquilaria sinensis, asal Cina

Kegunaan Gaharu

Gaharu merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat di negara-negara Timur Tengah yang digunakan sebagai dupa untuk ritual keagamaan. Masyarakat di Asia Timur juga menggunakannya sebagai hio. Minyak gaharu merupakan bahan baku yang sangat mahal dan terkenal untuk industri kosmetika seperti parfum, sabun, lotions, pembersih muka serta obat-obatan seperti obat hepatitis, liver, antialergi, obat batuk, penenang sakit perut, rhematik, malaria, asma, TBC, kanker, tonikum, dan aroma terapi.


Prospek Bisnis Gaharu

Sebanyak 2000 ton/tahun gaharu memenuhi pusat perdagangan gaharu di Singapura. Gaharu tersebut 70% berasal dari Indonesia dan 30% dari negara-negara Asia Tenggara lainnya. Hutan alam sudah tidak mampu lagi menyediakan gaharu. Gaharu hasil budidaya merupakan alternatif pilihan untuk mendukung kebutuhan masyarakat dunia secara berkelanjutan.
Jika satu pohon gaharu hasil budidaya menghasilkan 10 kg gaharu (semua kelas), maka diperlukan pemanenan 200.000 pohon setiap tahun.

Dengan harga mulai dari 500.000 – 30 juta/kg tergantung asal species pohon dan kualitas gaharu dan minyak gaharu yang disuling dari gaharu kelas rendah (kemedangan) memiliki harga mulai dari 50.000-100.000/ml maka keuntungan dari budidaya gaharu dapat mengubah tingkat kesejahteraan masyarakat.